Skip to content

FIK UNIRA Malang Bahas Islam, Teknologi, dan Masa Depan Pendidikan

Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang kembali menyelenggarakan The 5th International Seminar on Islamic Education and Peace (ISIEP) 2025, sebuah forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, mahasiswa, serta pemangku kepentingan dari Indonesia dan berbagai negara.

ISIEP merupakan seminar internasional tahunan yang diselenggarakan oleh FIK UNIRA Malang sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan penelitian sekaligus memperluas diseminasi pengetahuan di bidang Islam dan pendidikan Islam. Pada penyelenggaraan tahun kelima ini, ISIEP mengangkat tema “Islam, Technology, and the Future of Education.” Tema tersebut menjadi ruang dialog akademik untuk membahas perkembangan Islam, teknologi, dan masa depan pendidikan dalam menghadapi berbagai perubahan serta tantangan masyarakat kontemporer.

Penyelenggaraan ISIEP 2025 juga diarahkan untuk memperluas jejaring dan kerja sama antara praktisi, mahasiswa, akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk mendiskusikan isu-isu terkini di bidang pendidikan, kearifan lokal, dan pembangunan serta memberikan kesempatan kepada peneliti dan akademisi untuk mendiseminasikan karya ilmiahnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony, dilanjutkan sambutan dari Dr. Siti Muawanatul H., M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Keislaman UNIRA Malang, dan H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D., Rektor UNIRA Malang. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi keynote speaker yang menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi internasional.

Pada Keynote Speaker’s Session I, ISIEP 2025 menghadirkan Prof. Maki Iwasaki dari Matsuyama University, Jepang; Dr. Mehdi Soltanzadeh dari University Malaya, Malaysia; Prof. Abdul Lantong, Ph.D. dari Mindanao State University, Filipina; serta Prof. Hadi Susanto dari Khalifa University, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sesi ini dimoderatori oleh Moh. Khoridatul Huda, S.Pd., M.Si., Ph.D. dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.

Sementara itu, Keynote Speaker’s Session II menghadirkan Mohammad Nashief Disomimba, Ph.D. dari Mindanao State University, Filipina; Assoc. Prof. Dr. Kamarul Azmi Bin Jasmi dari Universiti Teknologi Malaysia; dan Prof. Rose Lucklin dari University College London. Sesi kedua juga memberikan ruang interaksi melalui diskusi dan tanya jawab antara pembicara dan peserta.

Setelah sesi keynote speaker, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang, kemudian memasuki Plenary Session hingga kegiatan ditutup pada pukul 15.00. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan ilmiah yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan, pengalaman, dan perspektif lintas negara mengenai perkembangan pendidikan Islam dan tantangan masa depan.

Melalui ISIEP 2025, FIK UNIRA Malang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya akademik, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta mendorong lahirnya gagasan dan inovasi yang relevan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Seminar ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan FIK, UNIRA Malang, dan para peserta yang terlibat dalam forum akademik internasional tersebut.